
Sophrology -Lebaran Idul Fitri sering kali membawa euforia yang mendorong banyak orang untuk berbelanja lebih dari kemampuan finansialnya. Akibatnya, tak sedikit yang terjerumus dalam pinjaman online (pinjol) demi memenuhi kebutuhan Lebaran. Agar keuangan tetap sehat, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghindari jeratan pinjol:
1. Buat Anggaran Lebaran yang Realistis
Sebelum berbelanja, susun anggaran yang mencakup kebutuhan pokok seperti zakat, makanan, transportasi, dan hadiah. Hindari membeli barang hanya karena tren atau dorongan emosional.
2. Utamakan Kebutuhan, Bukan Keinginan
Pisahkan antara kebutuhan dan keinginan. Fokuslah pada pengeluaran yang benar-benar penting, seperti persiapan mudik atau keperluan rumah tangga, daripada membeli barang mewah yang tidak mendesak.
3. Manfaatkan Diskon dan Promo dengan Bijak
Banyak e-commerce dan toko menawarkan promo menjelang Lebaran. Manfaatkan diskon tersebut dengan tetap berpegang pada anggaran yang sudah ditentukan agar tidak tergoda belanja berlebihan.
4. Gunakan Dana THR dengan Cermat
Tunjangan Hari Raya (THR) bisa menjadi penyelamat finansial jika digunakan dengan bijak. Alokasikan THR untuk kebutuhan utama, dan sisihkan sebagian untuk tabungan atau investasi, bukan hanya untuk konsumsi.
5. Hindari Godaan Cicilan dan Paylater
Fasilitas paylater atau cicilan bisa tampak menggiurkan, tetapi jika tidak dikelola dengan baik, bisa menjadi beban keuangan setelah Lebaran. Pastikan untuk tidak berutang hanya demi memenuhi gaya hidup sesaat.
6. Jangan Mudah Tergiur Pinjaman Online
Banyak pinjol menawarkan pencairan dana cepat dengan syarat mudah. Namun, bunga yang tinggi dan risiko gagal bayar dapat memperburuk kondisi keuangan. Jika terpaksa meminjam, pilih lembaga keuangan yang resmi terdaftar di OJK.
7. Siapkan Dana Darurat Sebelum Lebaran
Memiliki dana darurat membantu mengantisipasi pengeluaran tak terduga. Jika keuangan sudah stabil sebelum Lebaran, risiko berutang bisa diminimalkan.
Dengan perencanaan keuangan yang baik, Lebaran tetap bisa dirayakan dengan penuh kebahagiaan tanpa harus terjerat utang. Bijak dalam mengelola pengeluaran akan memberikan ketenangan finansial setelah hari raya usai.
Waspada Pinjol: Dorongan Emosional dan Risiko Finansial
Menurut Dr. Ranti Wiliasih, Dosen Ilmu Ekonomi Syariah IPB University, banyak orang terjerat pinjaman online (pinjol) karena faktor emosional, seperti FOMO (fear of missing out) dan keinginan mengikuti tren. Sayangnya, mereka sering tidak menyadari bahwa utang ini dapat membebani keuangan di masa depan.
“Pinjaman konsumtif sebaiknya dihindari, kecuali dalam kondisi darurat seperti biaya medis atau bencana,” ujarnya, dikutip dari situs resmi IPB University, Rabu (2/4/2025).
Selain itu, maraknya pinjol ilegal memperburuk situasi. Beberapa di antaranya menerapkan praktik penagihan tidak etis, termasuk intimidasi dan pencemaran nama baik. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami cara menghindari jeratan pinjol demi menjaga stabilitas keuangan.
Cara Menghindari Jeratan Pinjaman Online Saat Lebaran

Mengelola keuangan dengan baik adalah kunci utama agar tidak terjebak dalam pinjaman online (pinjol), terutama saat Lebaran. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kondisi finansial tetap sehat:
1. Buat Anggaran Lebaran
Catat semua pemasukan dan pengeluaran agar pengeluaran tidak melebihi kemampuan finansial. Dengan anggaran yang jelas, Anda bisa lebih terkontrol dalam berbelanja.
2. Prioritaskan Kebutuhan Pokok
Fokus pada kebutuhan utama seperti makanan, tempat tinggal, transportasi, dan kewajiban zakat. Hindari pengeluaran yang tidak perlu agar keuangan tetap stabil.
3. Siapkan Dana Darurat
Memiliki dana darurat dapat membantu menutupi kebutuhan mendesak tanpa harus bergantung pada pinjaman online.
4. Hidup Sesuai Kemampuan
Jangan tergoda mengikuti gaya hidup konsumtif yang dapat membebani keuangan setelah Lebaran. Belanja sesuai kebutuhan dan bukan sekadar keinginan.
5. Manfaatkan THR dan Zakat dengan Bijak
Tunjangan Hari Raya (THR) serta zakat fitrah sebaiknya dialokasikan untuk kebutuhan yang benar-benar penting. Jika ada kebutuhan mendesak, lebih baik mencari bantuan dari keluarga atau sahabat daripada berutang ke pinjol.
“Jika zakat fitrah atau THR tidak tersedia, lebih baik mencari bantuan sosial atau meminjam dari kerabat atau teman yang memiliki keleluasaan dana,” kata Dr. Ranti.
Dengan perencanaan keuangan yang baik, Lebaran bisa dirayakan tanpa harus terbebani utang. Bijak dalam mengatur keuangan adalah langkah penting untuk menjaga kestabilan finansial jangka panjang.