
Sophrology – Diabetes adalah penyakit kronis yang dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Namun, wanita memiliki gejala khas yang berbeda dari pria, yang sering kali tidak disadari hingga penyakit berkembang ke tahap lebih serius.
Deteksi dini menjadi kunci penting untuk mencegah komplikasi yang lebih parah.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), wanita dengan diabetes memiliki risiko empat kali lebih tinggi mengalami gangguan jantung dibandingkan pria. Selain itu, mereka juga lebih rentan terhadap komplikasi seperti infeksi saluran kemih, gangguan hormon, hingga masalah kesuburan.
Karena itu, memahami gejala awal diabetes sangat penting bagi wanita agar bisa mendapatkan penanganan medis yang tepat sejak dini.
Beberapa tanda diabetes pada wanita sering kali terlihat seperti masalah kesehatan biasa, seperti sering merasa haus atau mengalami keputihan berulang.
Namun, jika dibiarkan tanpa perawatan, kondisi ini dapat berkembang menjadi komplikasi serius.
Berikut adalah beberapa gejala diabetes pada wanita yang perlu diwaspadai agar dapat segera ditangani dengan tepat.
Infeksi Saluran Kemih dan Infeksi Jamur
Salah satu tanda diabetes pada wanita yang sering terjadi adalah infeksi saluran kemih (ISK) dan infeksi jamur pada vagina.
Kadar gula darah yang tinggi menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang, sehingga meningkatkan risiko infeksi yang sering kambuh.
Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada Wanita dengan Diabetes
Wanita dengan diabetes lebih rentan mengalami ISK, yang ditandai dengan:
✅ Nyeri saat buang air kecil
✅ Sensasi terbakar atau anyang-anyangan
✅ Urin berbau tidak sedap
✅ Dalam kasus parah, urin bisa mengandung darah dan menyebabkan demam
Infeksi Jamur pada Vagina
Selain ISK, infeksi jamur pada vagina juga menjadi masalah yang sering dialami wanita dengan diabetes. Candida albicans, jenis jamur yang biasanya hidup di vagina, dapat berkembang lebih cepat saat kadar gula darah tinggi.
Gejala yang sering muncul meliputi:
✅ Keputihan berlebihan
✅ Gatal pada area intim
✅ Nyeri saat berhubungan intim
Jika Anda sering mengalami infeksi saluran kemih atau infeksi jamur yang berulang, sebaiknya segera periksakan kadar gula darah untuk mendeteksi kemungkinan diabetes sejak dini.
Sering Haus dan Sering Buang Air Kecil
Salah satu gejala klasik diabetes adalah sering merasa haus dan buang air kecil lebih sering dari biasanya. Hal ini terjadi karena tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan gula melalui urin.
Ketika kadar gula dalam darah meningkat, ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring kelebihan gula tersebut. Akibatnya, tubuh kehilangan lebih banyak cairan, menyebabkan rasa haus yang terus-menerus.
Kondisi ini juga berhubungan dengan frekuensi buang air kecil yang meningkat, terutama pada malam hari.
Jika Anda sering merasa haus meskipun sudah cukup minum dan sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil, bisa jadi ini merupakan tanda awal diabetes yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Perubahan Hormon dan siklus Menstruasi
Wanita dengan diabetes sering mengalami perubahan pada siklus menstruasi mereka. Fluktuasi kadar gula darah dapat mengganggu keseimbangan hormon seperti estrogen dan progesteron, yang berdampak pada siklus haid.
Beberapa wanita dengan diabetes melaporkan bahwa siklus menstruasi mereka menjadi lebih panjang atau pendek dari biasanya. Selain itu, menstruasi bisa lebih berat atau lebih ringan, tergantung pada perubahan kadar gula dalam tubuh.
Diabetes juga memengaruhi hormon lain, seperti insulin, yang berperan dalam proses metabolisme tubuh. Wanita yang menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS), sebuah kondisi yang berhubungan dengan ketidakseimbangan hormon, juga berisiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.
Gangguan Penglihatan
Diabetes yang tidak terkontrol dapat berdampak serius pada kesehatan mata. Kadar gula darah tinggi dapat menarik cairan dari jaringan tubuh, termasuk lensa mata, yang mengganggu kemampuan fokus penglihatan.
Gejala awalnya sering berupa penglihatan buram atau kesulitan melihat objek dari jarak dekat maupun jauh. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi retinopati diabetik, yang menyebabkan kerusakan permanen pada pembuluh darah retina.
Jika Anda sering mengalami penglihatan buram atau kesulitan fokus, segera periksakan kadar gula darah Anda.
Organ Vital Mengering
Diabetes juga dapat memengaruhi kesehatan seksual wanita. Kadar gula darah tinggi dapat merusak saraf dan mengganggu aliran darah ke area genital, yang mengurangi sensasi dan gairah seksual.
Banyak wanita dengan diabetes melaporkan mengalami kekeringan vagina, yang membuat hubungan intim terasa tidak nyaman atau bahkan menyakitkan. Selain itu, penurunan kadar estrogen akibat diabetes bisa memperburuk kondisi ini.
Jika Anda mengalami penurunan gairah seksual atau merasa nyeri saat berhubungan intim, konsultasikan dengan dokter. Pengelolaan diabetes yang baik dapat membantu mengatasi masalah ini.