
sophrology – Hidangan Lebaran seperti ketupat sayur, opor ayam, rendang, dan gulai dikenal tinggi lemak dan dapat meningkatkan kadar kolesterol jika dikonsumsi berlebihan. Banyak orang percaya bahwa makan timun setelah menyantap makanan berlemak bisa mencegah kenaikan kolesterol. Namun, apakah hal ini fakta atau sekadar mitos?
Timun Mengandung Senyawa Penurun Lemak
Medical Director Klinik Sirka, dr. Levina Avissa, mengungkapkan bahwa timun memang memiliki manfaat dalam menurunkan kadar lemak jahat dalam tubuh. “Ada berbagai senyawa fitokimia dalam timun, seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan steroid yang diketahui dapat menurunkan lemak jahat,” kata Levina.
Senyawa ini membantu mengurangi risiko oksidasi LDL (Low-Density Lipoprotein) atau yang dikenal sebagai kolesterol jahat. Selain itu, vitamin dan mineral dalam timun juga berperan dalam menghambat pembentukan plak trigliserida di pembuluh darah, sehingga dapat menurunkan risiko penyakit jantung.
Bukan Pengobatan untuk Kolesterol Tinggi
Meski memiliki manfaat baik, Levina menegaskan bahwa makan timun tidak bisa dijadikan pengobatan utama bagi penderita kolesterol tinggi. “Timun tidak dapat secara langsung digunakan sebagai pengobatan kolesterol,” jelasnya.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar kolesterol tinggi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Timun Bisa Membantu, Tapi Bukan Solusi Utama untuk Kolesterol

Anda bisa menjadikan timun sebagai bagian dari pola makan sehari-hari yang seimbang dan bergizi, tetapi bukan satu-satunya solusi untuk menjaga kadar kolesterol.
Jika Anda ingin menikmati rendang dengan lalapan timun, itu bisa menjadi pilihan yang baik. Timun membantu menambah asupan serat dan air, serta mendukung pencernaan yang lebih baik.
Namun, menjaga keseimbangan nutrisi tetap penting. Mengatur porsi makanan dan mengonsumsi berbagai sumber serat—seperti sayuran hijau, buah-buahan, dan biji-bijian—juga diperlukan agar manfaatnya lebih optimal.
Tips Menjaga Kadar Kolesterol Tetap Sehat Saat Lebaran
Menurut dokter Levina Avissa, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah lonjakan kolesterol saat menikmati hidangan Lebaran:
- Kendalikan Porsi Makan
Makan dalam porsi kecil membantu mengurangi total asupan lemak. Nikmati makanan perlahan dan fokus pada kualitas, bukan kuantitas. - Tambahkan Serat
Konsumsi makanan tinggi serat bisa membantu menurunkan kadar kolesterol. Selain timun, serat bisa didapat dari sayuran hijau, buah-buahan, dan biji-bijian. - Pilih Lemak Sehat
Perbanyak konsumsi lemak tak jenuh, seperti yang terdapat dalam kacang-kacangan. Pastikan memilih metode pengolahan yang sehat, seperti merebus atau memanggang, bukan menggoreng. - Hindari Lemak Jenuh
Kurangi konsumsi daging berlemak, jeroan, dan daging olahan, karena tinggi lemak jenuh yang dapat meningkatkan kolesterol jahat. - Jauhi Lemak Trans
Lemak trans sering ditemukan dalam makanan cepat saji dan olahan. Hindari konsumsi berlebihan karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. - Tetap Aktif Bergerak
Meski sedang libur Lebaran, tetap luangkan waktu untuk berolahraga agar metabolisme tubuh tetap optimal.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini, Anda tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa khawatir kadar kolesterol melonjak.