
Sophorology – Sejak lama, bawang putih dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan.
Bahee Van de Bor, ahli gizi anak sekaligus juru bicara British Dietician Association, mengungkapkan bahwa bawang putih mengandung beragam zat penting. “Bawang putih kaya akan kalium, fosfor, seng, dan belerang dalam jumlah tinggi, serta mengandung magnesium, mangan, dan zat besi dalam jumlah sedang. Ini adalah sayuran yang luar biasa,” ujarnya, dikutip dari BBC.
Van de Bor juga menjelaskan bahwa bawang putih mentah mengandung allicin, senyawa sulfur yang bermanfaat bagi kesehatan. “Allicin berperan penting dalam menjaga kesehatan. Selain kaya akan nutrisi esensial, bawang putih juga merupakan sumber serat prebiotik yang membantu pertumbuhan bakteri baik di usus,” jelasnya.
Menurutnya, mikroorganisme baik di dalam usus bergantung pada serat untuk berkembang dan berkontribusi pada kesehatan sistem pencernaan secara keseluruhan.
Penelitian juga mendukung manfaat bawang putih ini. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients mengungkapkan bahwa bawang putih dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan gula darah.
Selain itu, beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa allicin memiliki sifat antibakteri, antijamur, dan antivirus. Studi pada hewan juga menunjukkan bahwa senyawa ini efektif dalam menurunkan kadar kolesterol.
Lebih lanjut, tim peneliti dari China melakukan meta-analisis mengenai efek bawang putih terhadap kadar gula darah dan metabolisme lipid. Analisis ini mencakup 22 studi dan 29 uji klinis dengan total 1.567 partisipan dari berbagai latar belakang dan rentang usia.
Hasil Tes Bawang Putih
Sebuah meta-analisis yang mengumpulkan data dari berbagai uji klinis meneliti efek konsumsi bawang putih terhadap indikator kesehatan. Dalam penelitian ini, peserta diwajibkan mengonsumsi bawang putih selama minimal dua minggu. Para peneliti kemudian mengukur kadar hemoglobin terglikasi, glukosa darah puasa, kolesterol total, kolesterol HDL (high-density lipoprotein), kolesterol LDL (low-density lipoprotein), dan trigliserida. Studi ini melibatkan partisipan berusia 18 tahun ke atas.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi apakah bawang putih dapat meningkatkan penanda metabolisme. Data dari setiap uji klinis dianalisis untuk memahami dampaknya terhadap kesehatan. Peserta mengonsumsi bawang putih dalam berbagai bentuk, seperti bubuk, minyak, ekstrak, tablet, kapsul, dan bawang putih mentah. Dosis yang digunakan berkisar antara 300 hingga 22.400 mg bubuk bawang putih per hari, atau 800 hingga 4.200 mg dalam bentuk lainnya.
Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih berkontribusi pada penurunan kadar gula darah puasa, hemoglobin terglikasi, kolesterol total, serta kolesterol LDL, sekaligus meningkatkan kadar kolesterol HDL. Semakin lama bawang putih dikonsumsi, semakin besar dampaknya terhadap penurunan kadar gula darah dan kolesterol. Namun, penelitian ini tidak menemukan pengaruh signifikan terhadap kadar trigliserida.
Meski demikian, para peneliti menyimpulkan bahwa konsumsi bawang putih berpotensi membantu pencegahan dan pengelolaan penyakit kardiovaskular serta gangguan metabolisme.