
Sophrology – Timun atau ketimun adalah buah yang mudah ditemui dan kerap menjadi bagian dari hidangan sehari-hari. Rasa segarnya dan kandungan air yang tinggi membuat timun populer sebagai lalapan, bahan salad, atau pelengkap minuman. Meski sering dipandang sekadar pelengkap, timun menyimpan sejumlah manfaat penting bagi kesehatan.
Kandungan air dan nutrisi dalam timun membantu menjaga hidrasi tubuh, sehingga cocok dikonsumsi terutama saat cuaca panas atau setelah beraktivitas. Selain itu, komposisi gizinya juga berperan mendukung fungsi pencernaan, merawat kesehatan kulit, dan berkontribusi pada kesehatan tulang jika dikonsumsi secara rutin.
Berbagai penelitian kesehatan menunjukkan bahwa memasukkan timun ke dalam pola makan sehari-hari dapat membawa efek positif jangka panjang bagi tubuh. Karena bentuknya yang serbaguna dan rasa yang ringan, timun mudah ditambahkan ke menu harian—dari lalapan sederhana hingga salad yang lebih kompleks.
Dengan mengetahui lebih jauh tentang manfaat dan kandungan gizinya, kita bisa lebih menghargai peran buah sederhana ini di meja makan. Anugerahslot health mengulas temuan-temuan terpercaya mengenai manfaat timun untuk membantu pembaca memahami nilai gizi di balik kesederhanaannya. Selasa (19/8/2025).
Manfaat Timun untuk Kesehatan

1. Membantu Hidrasi Tubuh
Healthline mencatat bahwa sekitar 95–96% kandungan timun terdiri dari air. Hal ini menjadikannya sumber hidrasi alami yang sangat baik, terutama bagi orang yang kurang terbiasa minum air putih dalam jumlah cukup. Dengan mengonsumsi timun secara rutin, kebutuhan cairan harian bisa lebih mudah tercapai. Hidrasi yang baik berperan penting dalam menjaga metabolisme, mengangkut nutrisi, hingga menstabilkan suhu tubuh.
2. Mendukung Penurunan Berat Badan
Timun dikenal sangat rendah kalori. Dalam 104 gram timun, hanya terdapat sekitar 16 kalori. Kandungan airnya yang tinggi membantu memberikan rasa kenyang lebih lama tanpa menambah beban kalori. Karena itu, timun sering dipilih sebagai camilan sehat atau bahan dalam menu diet. Sebuah analisis pada tahun 2016 juga menemukan bahwa pola makan dengan makanan rendah kalori dan tinggi air, termasuk timun, berkaitan erat dengan penurunan berat badan yang signifikan.
3. Kaya Antioksidan
Antioksidan berfungsi melawan radikal bebas yang bisa memicu stres oksidatif, kondisi yang terkait dengan berbagai penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung, hingga gangguan autoimun. Studi pada tahun 2015 menunjukkan bahwa suplemen bubuk timun dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dalam tubuh. Timun sendiri mengandung flavonoid dan tanin, dua senyawa yang efektif melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
4. Menjaga Kesehatan Pencernaan
Selain tinggi air, timun juga kaya serat, khususnya pektin, yaitu serat larut yang mendukung kelancaran sistem pencernaan. Penelitian tahun 2014 membuktikan bahwa pektin mampu mempercepat pergerakan usus sekaligus mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam saluran cerna. Dengan begitu, mengonsumsi timun secara rutin dapat membantu mencegah sembelit sekaligus menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
5. Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah
Beberapa penelitian pada hewan dan uji laboratorium menunjukkan bahwa timun berpotensi membantu menurunkan kadar gula darah sekaligus mencegah komplikasi diabetes. Kandungan cucurbitacin di dalamnya diyakini dapat memengaruhi pelepasan insulin serta metabolisme glikogen di hati. Walau riset pada manusia masih terbatas, temuan ini memberikan indikasi bahwa timun bisa menjadi salah satu pilihan makanan pendukung dalam menjaga kestabilan gula darah.
6. Menyehatkan Kulit
Tidak heran jika irisan timun kerap digunakan dalam perawatan wajah, terutama untuk meredakan bengkak pada area mata. Timun memiliki kemampuan alami untuk melembapkan serta mengandung antioksidan yang baik bagi kesehatan kulit. Medical News Today mencatat bahwa ekstrak timun juga berpotensi sebagai agen anti-penuaan, karena mampu membantu mengurangi kerutan sekaligus menjaga kelembapan kulit agar tetap sehat dan segar.
7. Mendukung Kesehatan Tulang
Timun mengandung vitamin K yang berperan penting dalam menjaga kekuatan tulang dan proses pembekuan darah. Dalam 100 gram timun, terdapat sekitar 24 mcg vitamin K. Asupan vitamin K yang cukup sangat penting karena kekurangannya dapat meningkatkan risiko patah tulang. Menjadikan timun sebagai bagian dari pola makan harian dapat menjadi langkah sederhana untuk mendukung kesehatan tulang jangka panjang.
8. Mengurangi Risiko Peradangan
Peradangan kronis merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit serius, seperti jantung, diabetes, dan kanker. Timun memiliki kandungan anti-inflamasi, termasuk cucurbitacin, yang dapat membantu menghambat proses inflamasi dalam tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan kaya antioksidan dan anti-inflamasi, termasuk timun, mampu memberikan perlindungan dari dampak merugikan peradangan jangka panjang.
Kandungan Gizi Timun
Berdasarkan data dari Healthline dan Medical News Today, dalam 100 gram timun segar (beserta kulitnya) terkandung nutrisi sebagai berikut:
- Kalori: 16–45 (tergantung ukuran)
- Air: 95–96%
- Protein: 0,6–2 gram
- Lemak: 0,18–0,3 gram
- Karbohidrat: 2,9–11 gram
- Serat: 1–1,5 gram
- Vitamin C: ±8 mg
- Vitamin K: 24–49 mcg
- Magnesium: 10–39 mg
- Kalium: 170–442 mg
- Mangan: 0,2 mg
Kombinasi nutrisi tersebut menjadikan timun sebagai makanan rendah kalori namun kaya vitamin, mineral, dan air. Agar manfaatnya maksimal, sebaiknya timun dikonsumsi beserta kulitnya, karena di bagian kulit inilah sebagian besar serat dan vitamin penting terkonsentrasi.