
Sophrology – Mengalami hidung tersumbat sebelah memang sangat mengganggu, apalagi saat beristirahat atau tidur. Aliran udara yang terhambat membuat pernapasan terasa lebih berat dan tidak nyaman, bahkan bisa memengaruhi kualitas tidur.
Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan hidung tersumbat sebelah. Mulai dari pilek, alergi, sinusitis, hingga polip hidung. Selain itu, kondisi lingkungan seperti udara kering atau paparan debu juga dapat memperburuk gejala. Bila tidak ditangani, masalah ini bisa membuat tubuh cepat lelah dan sulit berkonsentrasi.
Untuk meredakan hidung tersumbat sebelah, beberapa langkah sederhana bisa dicoba, antara lain:
- Menghirup uap hangat untuk membantu melembapkan saluran pernapasan.
- Menggunakan semprotan saline guna membersihkan rongga hidung.
- Memperbaiki posisi tidur, misalnya dengan meninggikan bantal agar aliran udara lebih lancar.
Jika gejala berlangsung lama, semakin parah, atau disertai keluhan lain, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan lebih tepat.
Penyebab Hidung Tersumbat Sebelah: Normal hingga Perlu Waspada

Mengalami hidung tersumbat sebelah bisa terasa mengganggu, apalagi jika dialami saat tidur atau beraktivitas. Kondisi ini sebenarnya dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari mekanisme fisiologis normal hingga masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian medis.
Menurut Kurnia Puspita dalam bukunya Mengatasi Hidung Mampet pada Semua Usia (2024), hidung bukan hanya berfungsi sebagai alat penciuman, tetapi juga berperan penting dalam pernapasan, produksi lendir, resonansi suara, hingga melindungi tubuh dari paparan partikel asing.
1. Siklus Hidung Normal (Nasal Cycle)
Tidak semua hidung tersumbat berarti sakit. Ada kondisi alami bernama siklus nasal, yaitu proses normal ketika satu sisi hidung terasa lebih tersumbat, sementara sisi lainnya lebih lega.
- Siklus ini berlangsung setiap 4–6 jam dan akan bergantian secara alami.
- Struktur bernama turbinat inferior mengatur aliran udara sekaligus berfungsi menghangatkan serta melembapkan udara sebelum masuk ke paru-paru.
2. Kondisi Medis Umum
Selain siklus normal, ada sejumlah kondisi medis yang sering menyebabkan hidung tersumbat sebelah, antara lain:
- Rhinitis Alergi: Respon imun berlebihan terhadap alergen (debu, serbuk sari, bulu hewan) yang menimbulkan gejala bersin, pilek, dan gatal di hidung.
- Rhinitis Vasomotor (Non-Alergi): Peradangan akibat perubahan cuaca, bau menyengat, asap, atau makanan pedas/panas. Gejalanya sering berpindah dari satu sisi ke sisi lain.
- Sinusitis (Akut/Kronis): Peradangan sinus yang menimbulkan hidung tersumbat, nyeri wajah, hingga lendir kental berwarna kuning atau hijau.
- Deviasi Septum Hidung: Septum (dinding pemisah hidung) yang bengkok sehingga aliran udara terhambat pada salah satu sisi.
- Polip Hidung: Jaringan lunak berbentuk seperti anggur yang tumbuh di saluran hidung. Bisa tanpa gejala bila kecil, tetapi bila besar dapat menimbulkan hidung tersumbat, sakit kepala, dan kehilangan penciuman.
- Benda Asing di Hidung: Umumnya pada anak-anak, ditandai hidung tersumbat disertai bau tidak sedap atau cairan purulen dari satu sisi.
- Faktor Lingkungan: Udara kering, polusi, atau asap rokok dapat mengiritasi hidung sehingga terasa tersumbat.
- Flu/Pilek: Infeksi virus membuat lendir menumpuk. Meski biasanya menyerang kedua sisi, rasa mampet bisa lebih terasa di satu sisi.
3. Penyebab Kurang Umum dan Lebih Serius
Meski jarang, ada pula penyebab hidung tersumbat sebelah yang perlu diwaspadai karena berhubungan dengan kondisi serius:
- Tumor/Kanker Hidung: Pertumbuhan jaringan abnormal di rongga hidung atau sinus. Gejala awal mirip sinusitis, tetapi hidung tersumbat biasanya menetap hanya di satu sisi.
- Pembesaran Adenoid: Peradangan pada kelenjar adenoid di bagian atas tenggorokan. Lebih sering terjadi pada anak-anak, terutama jika pembengkakan hanya di satu sisi.
👉 Kesimpulan: Hidung tersumbat sebelah bisa jadi normal karena siklus alami tubuh, bisa juga menandakan gangguan medis. Jika penyumbatan berlangsung lama, disertai nyeri, bau tidak sedap, atau darah, segera periksa ke tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Gejala Umum Hidung Tersumbat
Hidung tersumbat, baik hanya sebelah maupun pada kedua sisi, sering kali datang bersama gejala lain yang bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Jenis gejala yang muncul biasanya bervariasi, tergantung pada penyebab utamanya, apakah karena pilek, alergi, atau infeksi sinus.
Mengutip buku Anugerahslot health berjudul Indra Pembau; Hidung (2023) oleh Indah Slamet Budiarti, pilek pada umumnya disebabkan oleh infeksi virus yaitu Rhinovirus. Pilek menyebabkan produksi lendir berlebih. Setelah seseorang terinfeksi virus ini, gejala akan muncul setelah 1-3 hari. Gejala pilek ditandai dengan hidung tersumbat dan meler, tenggorokan terasa sakit, sering bersin, susah bernapas, badan terasa sakit (pegal-linu), dan kepala sakit. Pilek biasanya akan membaik dengan sendirinya setelah beberapa waktu.
Beberapa gejala umum yang menyertai hidung tersumbat, antara lain:
- Hidung berair – cairan bening hingga kental keluar dari hidung.
- Sakit tenggorokan – terjadi akibat lendir yang menetes ke belakang tenggorokan (post-nasal drip).
- Batuk – biasanya dipicu oleh lendir yang mengiritasi tenggorokan.
- Hidung gatal dan bersin – sering muncul jika penyebabnya alergi.
- Demam ringan hingga tinggi – bisa menjadi tanda adanya infeksi virus atau bakteri.
- Nyeri di area wajah – terutama di sekitar dahi, pipi, dan pangkal hidung, yang sering berkaitan dengan sinusitis.
- Sakit kepala – disebabkan oleh tekanan pada rongga sinus.
- Kehilangan penciuman (anosmia) – gejala yang cukup mengganggu, biasanya terjadi saat saluran hidung benar-benar tersumbat.
- Kelelahan – akibat pernapasan terganggu dan kualitas tidur menurun.
Cara Mengatasi Hidung Tersumbat Sebelah
Menurut Damayanti (2011) sebagaimana dikutip dalam kajian yang dipublikasikan di Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Volume 13 No 3, Juli 2023, setiap orang memerlukan istirahat dan tidur yang cukup untuk dapat berfungsi secara optimal. Manusia dewasa memerlukan tidur rata-rata 6-8 jam perhari, tidak terkecuali juga pada orang yang sedang menderita sakit.
Mereka juga memerlukan istirahat dan tidur yangmemadai. Namun dalam keadaan sakit, pola tidur seseorang biasanya terganggu, sehingga perawat perlu berupaya untuk mencukupi ataupun memenuhi kebutuhan tidur tersebut.
Penanganan hidung tersumbat sebelah disesuaikan dengan penyebabnya. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah, penggunaan obat-obatan, hingga tindakan medis jika diperlukan.
Perawatan Mandiri di Rumah
Hidung mampet sebelah yang bukan diakibatkan oleh siklus hidung bisa diatasi secara mandiri di rumah. Berbagai metode alami dapat membantu meredakan gejala dan meningkatkan kenyamanan.
- Mandi dengan uap air panas atau menggunakan pelembap udara.
- Minum air hangat dan makan makanan berkuah hangat, seperti sup ayam, untuk mengurangi peradangan dan mengencerkan lendir.
- Menggunakan semprotan saline atau membilas hidung dengan larutan air garam.
- Menambah beberapa tumpukan bantal saat tidur untuk meninggikan posisi kepala, membantu melegakan pernapasan.
- Melakukan kompres hangat pada area hidung bagian atas dan dahi bagian bawah.
- Meminum obat pereda alergi atau demam jika penyebabnya jelas.
Obat-obatan
Penggunaan obat-obatan dapat membantu meredakan hidung tersumbat sebelah, terutama jika disebabkan oleh alergi atau peradangan. Jenis obat yang digunakan harus disesuaikan dengan kondisi.
Antihistamin bekerja dengan menghalangi reaksi alergi tubuh, efektif untuk hidung tersumbat akibat rhinitis alergi. Dekongestan menyempitkan pembuluh darah di saluran hidung, mengurangi pembengkakan dan memungkinkan aliran udara yang lebih baik.
Obat kortikosteroid dalam bentuk semprot hidung biasanya disarankan untuk hidung tersumbat akibat rhinitis alergi atau polip hidung. Namun, penggunaan obat ini sebaiknya dilakukan atas petunjuk dokter untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.
Tindakan Medis
Untuk kondisi tertentu seperti deviasi septum, polip hidung yang besar, atau tumor, tindakan medis seperti operasi mungkin diperlukan. Ini adalah pilihan terakhir jika metode lain tidak efektif atau jika kondisi tersebut serius.
Pada kasus tumor hidung, dokter dapat melakukan operasi pengangkatan, radioterapi, atau kemoterapi. Untuk sinusitis kronis, prosedur seperti functional endoscopic sinus surgery (FESS) dapat dilakukan untuk mengangkat jaringan yang menyumbat atau melebarkan saluran sinus. Deviasi septum hidung juga dapat diperbaiki melalui operasi hidung atau pengurangan turbinat untuk menciptakan lebih banyak ruang di saluran hidung.