
Sophorology – Pasien diabetes dapat mengalami berbagai gejala yang bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Memahami gejala-gejala ini sangat penting untuk pengelolaan kesehatan yang lebih baik.
Salah satu gejala paling umum pada penderita diabetes adalah haus berlebihan atau polidipsia. Ketika tubuh kesulitan menyerap glukosa, ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan gula melalui urine. Proses ini menyebabkan dehidrasi dan rasa haus yang tidak kunjung reda.
Selain itu, penderita diabetes juga sering mengalami buang air kecil berlebihan atau poliuria, yang merupakan dampak dari tubuh yang terus-menerus berusaha mengeluarkan kelebihan glukosa melalui urine. Kondisi ini sering kali membuat penderita terbangun di malam hari hanya untuk buang air kecil.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah pengidap diabetes di Indonesia hingga 2024 telah mencapai 19,5 juta jiwa dan diprediksi meningkat menjadi 28,5 juta pada 2045.
Menurut Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, salah satu penyebab utama lonjakan kasus diabetes di Indonesia adalah kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan. Konsumsi Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan kasus diabetes mellitus.
Akibatnya, pada 2021, Indonesia tercatat sebagai negara dengan kasus diabetes tertinggi kelima di dunia, setelah Tiongkok, India, Pakistan, dan Amerika Serikat.
Tanda Awal Pengidap Diabetes
Penderita diabetes juga sering mengalami penurunan berat badan yang tidak disengaja. Meskipun makan dalam jumlah banyak, tubuh tidak dapat menggunakan glukosa secara efektif sebagai sumber energi. Akibatnya, tubuh mulai memecah protein dari otot sebagai alternatif, yang menyebabkan berat badan turun drastis.
Selain itu, penderita diabetes kerap mengalami rasa lapar berlebihan atau polifagia. Meskipun sudah makan, tubuh tetap merasa lapar karena sel-sel tidak mendapatkan cukup glukosa untuk energi. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa frustrasi dan ketidakpuasan.
Kelelahan dan lemas juga menjadi gejala umum. Ketidakmampuan tubuh dalam memproses glukosa dengan baik menyebabkan kekurangan energi seluler, membuat penderita merasa lelah dan tidak bertenaga sepanjang waktu.
Neuropati
Penderita diabetes juga sering mengalami penurunan berat badan yang tidak disengaja. Meskipun makan dalam jumlah banyak, tubuh tidak dapat menggunakan glukosa secara efektif sebagai sumber energi. Akibatnya, tubuh mulai memecah protein dari otot sebagai alternatif, yang menyebabkan berat badan turun drastis.
Selain itu, penderita diabetes kerap mengalami rasa lapar berlebihan atau polifagia. Meskipun sudah makan, tubuh tetap merasa lapar karena sel-sel tidak mendapatkan cukup glukosa untuk energi. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa frustrasi dan ketidakpuasan.
Kelelahan dan lemas juga menjadi gejala umum. Ketidakmampuan tubuh dalam memproses glukosa dengan baik menyebabkan kekurangan energi seluler, membuat penderita merasa lelah dan tidak bertenaga sepanjang waktu.
Penglihatan Menjadi Kabur
Pandangan kabur sering dialami oleh penderita diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi lensa mata, menyebabkan gangguan penglihatan. Jika terjadi, kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa kadar gula darah perlu segera dikontrol.
Selain itu, luka yang sulit sembuh juga menjadi masalah serius. Gula darah tinggi dapat menghambat proses penyembuhan, membuat luka lebih rentan terhadap infeksi dan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.
Masalah Kulit
Disfungsi ereksi bisa menjadi masalah bagi pria dengan diabetes. Kerusakan pada pembuluh darah dan saraf akibat kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan kesulitan dalam mencapai ereksi.
Selain itu, fluktuasi kadar gula darah dapat memengaruhi suasana hati, menyebabkan perubahan emosi yang tiba-tiba. Penderita diabetes juga sering mengalami kulit kering dan gatal, serta perubahan warna kulit yang menggelap di area seperti leher dan ketiak, kondisi yang dikenal sebagai acanthosis nigricans.
Penting untuk diingat bahwa tidak semua penderita diabetes mengalami semua gejala ini. Beberapa mungkin hanya merasakan gejala ringan, sementara yang lain menghadapi kondisi yang lebih parah. Jika mengalami beberapa gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan diagnosis yang tepat.
Pengobatan dan pengelolaan diabetes yang baik sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang. Dengan memahami gejala dan tanda-tandanya, penderita dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kesehatan mereka.